News

Pemkot Yogya-Diwa Foundation Bedah 2 Rumah, Wujudkan Hunian Layak dan Ramah Disabilitas

10 Jul 2026 Diwa Foundation 4 min read
Pemkot Yogya-Diwa Foundation Bedah 2 Rumah, Wujudkan Hunian Layak dan Ramah Disabilitas

YOGYA- Pemerintah Kota Yogyakarta melibatkan pihak swasta Diwa Foundation dalam program bedah rumah tidak layak huni pada Minggu (3/7/2026). Kegiatan menyasar rumah tidak layak huni pada keluarga penyandang disabilitas. Bedah rumah itu tidak hanya mewujudkan rumah yang layak huni. Tapi juga mudah diakses atau ramah bagi penyandang disabilitas untuk beraktivitas di rumah.

Bedah rumah pertama dilakukan di rumah Mursiti di Jetisharjo RT 23 RW 6 Cokrodiningratan, Jetis. Kondisi rumah Mursiti rusak cukup berat di bagian atap yang bocor, kayu atap lapuk dan patah serta lantai. Rumah itu dihuni Mursiti dan anaknya serta keponakan yang merawatnya. Mursiti dan anaknya mengalami disabilitas gangguan jiwa.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Pendiri Diwa Foundation Diah Warih Anjani meninjau bagian dalam rumah di Cokrodiningratan yang akan dibedah.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Pendiri Diwa Foundation Diah Warih Anjani meninjau bagian dalam rumah di Cokrodiningratan yang akan dibedah.

Sedangkan bedah rumah kedua menyasar rumah yang ditempati Rohmawati di Prawirodirjan RT 21 RW 7 Gondomanan. Kondisi rumah perlu perbaikan di bagian dalam, terutama kamar mandi agar layak dan mudah diakses anaknya yang mengalami tuna daksa. Kedua rumah tersebut akan diperbaiki dengan bantuan dana dari Diwa Foundation.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan atas nama warga mengucapkan terima kasih kepada Diwa Foundation yang membantu bedah rumah dengan nilai sekitar Rp 20 juta/ tiap rumah. Hasto mengapresiasi, terutama ide untuk memperbaiki rumah yang ditempati dengan anggota keluarga penyandang disabilitas. Hasto menilai bedah rumah adalah wujud aksi nyata dari nilai-nilai Pancasila.

Penyerahan bantuan bedah rumah secara simbolis oleh Diwa Foundation diterima Tuwanggana Cokrodiningratan yang akan melaksanakan bedah rumah.

Penyerahan bantuan bedah rumah secara simbolis oleh Diwa Foundation diterima Tuwanggana Cokrodiningratan yang akan melaksanakan bedah rumah.

“Bedah rumah adalah Pancasila in Action. Ini menggerakkan dan memotivasi kita melakukan kegiatan gotong royong berbasis dengan Pancasila. Maka hari ini kita melakukan hal itu. Saya berharap kegiatan ini terus bisa berjalan dan semakin banyak orang yang punya kepedulian,” kata Hasto ditemui di sela bedah rumah di Cokrodiningratan.

Hasto menyatakan salah satu ide pendiri Diwa Foundation adalah memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas. Rumah pertama yang dibedah ditempati ibu dan anak yang mengalami gangguan kejiwaan sehingga kondisi rumah sangat tidak terurus. Kondisi rumah di bagian atap sudah membahayakan.

Hasto dan Diah bernyanyi bersama diiringi oleh ODGJ dari penghuni rumah yang dibedah di Cokrodiningratan.

Hasto dan Diah bernyanyi bersama diiringi oleh ODGJ dari penghuni rumah yang dibedah di Cokrodiningratan.

“Kalau rumahnya begini, membahayakan itu sudah jebol, yang sana jebol. Saya membayangkan karena orangnya difabel dari sisi kejiwaan, sehingga mungkin kalau roboh pun bisa jadi enggak lari, itu kan berbahaya,” paparnya.

Dinas yang mendampingi kegiatan bedah rumah yakni dari Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta juga memberikan bantuan sejumlah dana. Termasuk dari Keluarga Kristiani pegawai Pemkot Yogyakarta juga memberikan donasi program bedah rumah. Program bedah rumah tidak layak huni digencarkan Hasto sejak awal menjadi Wali Kota Yogyakarta. Bedah rumah menerapkan prinsip gotong royong dan tidak menggunakan dana APBD, sehingga banyak menggerakan CSR. Ditargetkan pada tahun 2026 ada sekitar 200 rumah yang akan dibedah. Sampai Juni 2026 sudah ada sekitar 77 rumah tidak layak huni yang dibedah atau diperbaiki.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan sambutan bedah rumah di Prawirodirjan.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memberikan sambutan bedah rumah di Prawirodirjan.

Sementara itu Pendiri Diwa Foundation, Diah Warih Anjani menyampaikan kegiatan perdana bedah rumah itu menjadi komitmennya sebagai wujud dari sisi kemanusiaan. Dia memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas karena pernah mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan. Bersyukur kondisinya sudah sembuh sehingga ingin memberikan kontribusi sosial melalui yayasan yang ia dirikan. Salah satunya dengan berkontribusi dalam program bedah rumah yang digencarkan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Diah juga ikut meninjau kondisi rumah yang ditempati keluarga dengan anggota penyandang disabilitas.

“Kondisinya sangat memprihatinkan sekali. Apa yang disampaikan dari Pak Wali tadi menjadi bentuk keprihatinan kami juga ya. Karena kita memulai untuk disabilitas. Ternyata di sini disabilitas tadi tidak hanya kekurangan anggota badan, tapi di sini adalah penyandang dari disabilitas mental, khususnya ODGJ. Jadi ini merupakan sebuah aksi nyata dan bentuk sosial dari kepedulian kami hadir di tengah-tengah masyarakat untuk Pancasila in Action,” terang Diah.

 

Penyerahan bantuan bedah rumah dari Diwa Foundation kepada warga dengan anggota keluarga disabilitas di Prawirodirjan.

Penyerahan bantuan bedah rumah dari Diwa Foundation kepada warga dengan anggota keluarga disabilitas di Prawirodirjan.

Salah satu penerima bantuan bedah rumah Rohmawati merasa senang, bersyukur dan mengucapkan terima kepada Pemkot Yogyakarta dan Diwa Foundation yang membantu memperbaiki rumah. Terutama kamar mandi agar layak dan mudah diakses anaknya. Dia mengaku selama ini Zaki harus merangkak saat ke kamar mandi karena kondisi tidak memungkinkan menggunakan kursi roda. Tidak ada pegangan dan bagian pintu mengalami kerusakan. Meski mengalami keterbatasan, Zaki memiliki beberapa prestasi seperti juara balap kursi roda di ajang pekan paralimpik daerah.

“Sangat bahagia sekali karena nanti Zaki bisa nyaman. Bisa ke kamar mandi yang lebih baik, terus nanti bisa ke mana-mana sendiri. Kamar mandinya seperti itu dan kakinya (Zaki) sakit, jadi dia merangkak. Matur nuwun sekali sampun dibantu. Zaki itu cerebral palsy sejak dari bayi,” ucap Rohmawati.(Tri)

Rohmawati menunjukan kondisi kamar mandi yang tidak layak dan aksesibel untuk anaknya yang tuna daksa.

Rohmawati menunjukan kondisi kamar mandi yang tidak layak dan aksesibel untuk anaknya yang tuna daksa.

Sumber : https://warta.jogjakota.go.id/detail/index/49895

Bagikan Artikel

Berita Terkait

Lihat Semua
Sinergi Pemkot Solo dan Ormas: Diwa Foundation Kucurkan Dana Pribadi demi Bedah Rumah Warga
News

Sinergi Pemkot Solo dan Ormas: Diwa Foundation Kucurkan Dana Pribadi demi Bedah Rumah Warga

18 Jul 2026

Seminar Kebangsaan perkuat wawasan disabilitas pada ideologi Pancasila
News

Seminar Kebangsaan perkuat wawasan disabilitas pada ideologi Pancasila

10 Jun 2026

Isu Disabilitas Diangkat, Komisi Nasional Disabilitas dan Diwa Foundation Gelar Event Nasional di Yogyakarta
News

Isu Disabilitas Diangkat, Komisi Nasional Disabilitas dan Diwa Foundation Gelar Event Nasional di Yogyakarta

30 Apr 2026

Dari Kecelakaan Maut, Diwa Foundation Tebar Harapan untuk Difabel
News

Dari Kecelakaan Maut, Diwa Foundation Tebar Harapan untuk Difabel

07 Jul 2026

Mari Bergabung Bersama Kami

Dukung program-program kami untuk mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif dan setara.