GKR Hemas Terkesan Kegiatan Diwa Foundation di Yogyakarta, Angkat Inklusivitas dan Kesetaraan
YOGYAKARTA, NEWSREAL.ID— Ketua Pelaksana Suara Inklusi untuk Semua 2026, Diah Warih Anjari bertemu dengan GKR Hemas di Gedung DPD RI, Kamis (20/8/2026) untuk menyampaikan laporan mengenai pelaksanaan kegiatan inklusi di Yogyakarta pada 12 Agustus 2026 lalu.
Pelaksanaan kegiatan itu sukses dan lancar berupa pembentangan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter, pemecahan rekor muri, hingga kunjungan ke Istana Kepresidenan Yogyakarta yang dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, anggota DPD RI Daud Yordan dan sejumlah tamu VVIP lainnya.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan perkembangan sekaligus hasil kegiatan inklusi yang dinilai berjalan lancar dan sukses.
Dalam pertemuan tersebut, Diah Warih Anjari sebagai inisiator kegiatan menjelaskan berbagai kegiatan inklusi yang telah dilaksanakan di Yogyakarta.
Kegiatan tersebut mengusung semangat keterbukaan dan kesetaraan dengan melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang.
GKR Hemas menyambut baik kegiatan inklusi yang dilaksanakan di Yogyakarta. Menurutnya, kegiatan yang membawa semangat “inklusi untuk semua” merupakan kegiatan yang berbeda karena tidak hanya berorientasi pada satu kelompok, tetapi membuka ruang partisipasi dan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat.
“Ini merupakan kegiatan yang berbeda, karena semangat inklusi yang dibawa adalah inklusi untuk semua. Semua masyarakat memiliki kesempatan untuk terlibat dan mendapatkan manfaat,” ungkap GKR Hemas.
Kolaborasi dan Dukungan
Diah Warih Anjari menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.
Kolaborasi antara komunitas, masyarakat, lembaga, dan pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penting sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik.
“Kami melaporkan bahwa kegiatan inklusi di Yogyakarta berjalan lancar dan sukses. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan ini,” kata Diah.
Ia berharap dukungan terhadap kegiatan inklusi dapat terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. Semangat inklusi, menurutnya, perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata yang memberikan ruang bagi setiap orang untuk berpartisipasi tanpa membedakan latar belakang.
Pertemuan dengan GKR Hemas tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Diah Warih Anjari dan seluruh pihak yang terlibat untuk terus mengembangkan kegiatan inklusi di Yogyakarta.
Dengan mengusung prinsip inklusi untuk semua, kegiatan diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas serta menjadi contoh kolaborasi dalam membangun masyarakat yang setara dan saling menghargai.(Bun)